Behavior Based Robotic, Introduction(2)
Cara kerja
Kebanyakan behavior-based robotic(BBR) bersifat reaktif artinya system tsb relative sedikit menggunakan variable state internalnya untuk memodelkan lingkungan. Sebagai contoh tidak ada pemrograman dalam robot yang mendifiniskan kursi, atau bentuk permukaan yang akan dilaluinya. Semua informasi dikumpulkan sedikit-demi sedikit dari masukan sensor. Robot menggunakan informasi tsb untuk bereaksi terhadap perubahan yang terjadi pada lingkungannya.
BBR umumnya lebih menunjukkan aksi penampakan biologis daripada teknik komputasi yang intensif, yang aksinya didesain secara sengaja. BBR sering membuat kesalahan, mengulangi aksinya dan tampak kebingungan, tetapi dapat juga menunjukkan kualitas kegigihan seperti manusia
Sejarah
Studi behavior-based robots intesnif dilakukan pada tahun 80an di Massachusetts Institute of Technology oleh Prof. Rodney Brooks bersama beberapa mahasiswa dan koleganya membangun beberapa robot beroda dan berkaki menggunakan arsitektur subsumption. Paper-paper Brook, kualitas anthropomorphic dari desain robotnya dan murahnya pengembangan BBR menyebabkan pendekatan behaviour based menjadi popular. Kerja Brook dibangun berdasarkan dua sejarah pendekatan behaviour based sebelumnya. Pada tahun 1950, W. Grey Walter, ilmuan inggris, berlatar belakang penelitian di bidang neurology, membangun sepasang vacuum tube-based robots yang dipertontonkan pada festival Britain tahu 1951 dengan bentuk sederhana dan system control behaviour based yang efektif.
Tonggak sejarah kedua adalah buku Valentino Braitenberg’s di tahun 1984 yang berjudul “Vehicles – Experiments in Synthetic Psychology” (MIT Press). Dia menjelaskan tentang hipotesis “kendaraan” (dikenal dengan Braitenberg Vehicles), yang terdiri dari kombinasi dari sensor, actuator, dan interkoneksinya dengan desain yang sederhana dapat menghasilkan beberapa behaviour seperti agresi, cinta, bercita-cita dan bahkan optimisme.
Beberapa research terakhir pada BBR adalah BEAM robotics yang dibangun berdasarkan penelitiam Mark Tilden. Tilden terinspirasi oleh keinginan untuk mengurangi kebutuhan komputasi dari penelitian Brook yang menggunakan mikrokontroller untuk tiap kaki untuk mekanisme jalan robotnya. Redusksinya dialkukan dengan mengganti mikorkontroller dengan chip-chip logic, rangkaian eletronik transistor based dan rangkaian analog
Disadur dari www.en.wikipedia.org
Belum ada komentar
Leave a reply